IBU DAN PENGASUHAN
oleh Admin Jum'at, 20 Januari 2017 Editorial
IBU DAN PENGASUHAN

Ibu dan Pengasuhan

Oleh

Luluk Pamungkas, S.PdI

Guru Kelompok B Umar bin Khattab

 

“...ooooh bunda, ada dan tiada dirimu kan selalu ada di dalam hatiku....... “

Sepenggal lagu karya Melly Goeslaw mengingatkan kita pada sosok seorang wanita mulia, seorang wanita yang berjuang 9 bulan mengandung, melahirkan kemudian berjuang kembali untuk membesarkan anak dengan sepenuh cinta dan kasih sayang. Dialah ibu, malaikat tanpa sayap yang Allah ciptakan. Bunda, Mama, Mamah, Mamak, Emak, Ma’e, Ibun, Mami, Bu’e, semua maknanya sama, yaitu panggilan untuk ibu tersayang.

Hari ibu adalah hari peringatan atau perayaan terhadap peran seorang ibu dalam keluarganya, baik untuk suami, anak maupun lingkungan sosialnya (Wikipedia). Di Indonesia, hari ibu dirayakan setiap tanggal 22 Desember dan ditetapkan sebagai perayaan Nasional. Tanggal 22 Desember sendiri ditetapkan sebagai hari Ibu oleh Presiden Soekarno di bawah Dekret Presiden No. 316 tahun 1953, pada ulang tahun ke – 25 Kongres Perempuan Indonesia (tekno.kompas.com).

Banyak aktivitas yang bisa dilakukan saat hari Ibu, misalnya : memberi ucapan spesial lengkap dengan kado istimewa, memasak masakan istimewa bersama, berjalan-jalan bersama bahkan ada juga yang membebaskan Ibu dari segala tugas-tugas rumah tangga yang sudah menjadi rutinitas sehari-hari. Di sosial media pun ramai, orang-orang berlomba memasang foto berdua dengan sang ibu tercinta. Ya, kita harus bangga memiliki seorang Ibu dan mungkin saat ini kita sudah berada dalam posisi itu yaitu Ibu.

Menjadi ibu hebat di zaman sekarang ini tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Saat ini, banyak ibu bekerja namun tak sedikit pula kita jumpai mereka yang berkomitmen menjadi ibu rumah tangga. Pada umumnya, ibu bekerja memiliki sedikit waktu untuk bertemu dan mengasuh anak dibandingkan dengan ibu yang sehari-harinya di rumah. Namun, apakah ibu rumah tangga lebih baik dalam mengasuh anaknya ? Jawabannya tidak selalu benar, karena potensi anak akan muncul dengan luar biasa bila keduanya menerapkan pola pengasuhan yang tepat dan memberikan stimulasi yang tepat pula.

Dijelaskan oleh Psikolog anak Rose Mini Adi Prianto, M.Psi, “ sebenarnya tidak ada perbedaan, tinggal bagaimana cara orangtua men-treat anaknya dengan cara yang cocok atau bagus. Jadi, misalkan anak perlu stimulasi, diberikan stimulasi yang sesuai. “ . Dalam Islam, ruang gerak wanita di rumah lebih baik daripada di luar rumah. Namun, jika sangat terpaksa dan mendesak untuk bekerja di luar rumah, maka tidak apa dengan tetap bertanggung jawab terhadap pengasuhan anak di rumah.

KBIT-TKIT Lentera Insan memiliki latar belakang orangtua khususnya ibu yang beragam. Dari 61 anak, 35 anak dengan ibu bekerja dan 26 anak dengan ibu rumah tangga. 35 Anak dengan  ibu bekerja memiliki pengasuh yang berbeda pula, ada yang diasuh oleh nenek, khodimat atau asisten rumah tangga dan ada pula yang di day care sepulang sekolah.

Menjadi dilema tersendiri bagi ibu bekerja tentang pengasuhan anak. Banyak tips yang ditawarkan oleh seminar-seminar parenting, artikel di media sosial dan pakar-pakar lainnya. Namun, menurut pengalaman saya sebagai ibu bekerja, ada dua hal penting yang saya terapkan. Pertama, pengasuh harus sudah dikenal oleh seluruh anggota keluarga sehingga memudahkan komunikasi berjalan dengan baik. Kedua, manfaatkanlah waktu sependek apapun yang kita miliki untuk bersama anak, waktu yang berkualitas bisa kita gunakan untuk bermain bersama, membacakan cerita untuk anak atau sekedar mengajak anak bercerita tentang aktifitasnya seharian.

Menjadi ibu rumah tangga bukan berarti sudah aman dari pengasuhan anak yang baik. Perlu sediakan waktu yang berkualitas juga untuk membangun kelekatan dengan anak ditengah kesibukan mengurus pekerjaan rumah.

Pada intinya, pengasuhan anak yang tepat merupakan tanggung jawab orang tua, bukan pengasuh dan sekolah. Sesibuk apapun urusan kita, pekerjaan di luar maupun pekerjaan rumah tangga, sempatkanlah waktu untuk memahami karakter anak kita sendiri, mencari tahu hobi atau kesukaannya bahkan mencari tahu ketidaksukaannya juga. Dengan begitu, anak-anak kita tetap merasa diperhatikan oleh orangtua khususnya Ibu.

Selamat Hari Ibu  .. ^_^ ..