Insiatif yang Menginspirasi
oleh Admin Senin, 28 Januari 2019 Goresan Lentera Insan
Insiatif yang  Menginspirasi

             Liburan akhir semester tahun 2018 telah usai, para pekerja dan pelajar pun kembali beraktivitas seperti biasanya. Begitu pun yang terjadi di SD Lentera Insan, bapak ibu guru dan siswa-siswi memulai kesibukannya dengan kegiatan belajar mengajar di kelas masing-masing. Kesehariaan dengan berbagai cerita yang terjadi mewarnai kelas masing-masing, dari keceriaan, canda tawa, kesedihan, kebingungan, celoteh dan tingkah laku anak yang beragam kembali terjadi.

Di awal semester dua ini, tampak ada yang berbeda di dalam kelas tiga Al-Kindi, sesuatu yang berbeda ini kami harapkan dapat memberikan perubahan yang lebih baik untuk kelas tiga Al-Kindi. Ya, sebenarnya yang berbeda ini bukan sesuatu sih, tetapi seseorang yang baru datang untuk menjadi teman baru di kelas kami.  Dengan bertambahnya satu teman lagi, semakin menggenapi jumlah siswa dari 19 menjadi 20, dan itu bisa memudahkan guru kelas dalam pembagian kelompok belajar maupun bermain. Kami mengharapkan teman bary kami dapat berinteraksi dengan baik di kelas maupun di luar kelas. Dalam berperilaku membutuhkan inisiatif untuk mengembangkan ide-ide yang tersimpan agar dapat diaplikasikan sesuai tugas atau instruksi yang diberikan. Insiatif adalah kata yang sering kita dengar dan kita harapkan untuk memulai perilaku atau sikap yang positif muncul. Ya, cerita ini yang mengedepankan kisah inisiatif seorang anak yang menginspirasi teman-teman satu kelasnya.

Achmad Mallombasi Johansyah, itu lah nama lengkap teman baru di kelas tiga Al-Kindi yang biasa dipanggil Achmad. Kami mendengar kalau ananda anak yang “super. Beberapa masukan dari orang lain menilai ananda dengan penilaian yang kurang baik. Kami pun dengan tangan terbuka menerimanya menjadi bagian dari Al-Kindi. Kami pun harus tetap berusaha untuk membuat ananda ini menjadi yang benar-benar “super” dalam arti yang sesungguhnya. Dari beberapa informasi terkait ananda yang notabene seorang anak super”, pasti ada sesuatu yang bisa menjadikannya spesial di mata kami khususnya keluarga Al-Kindi. Ya, kami percaya bahwa kami bisa saling bekerja sama antara guru kelas, gisma maupun teman-teman Al-Kindi untuk membantu Achmad merasa diterima dengan baik dan diberi kesempatan untuk mengeksplore apapun yang dimilikinya.

Sebagian guru dan teman-teman sudah pernah mengenal Achmad sebelumnya, ternyata anak ini pernah bersekolah di TK Lentera Insan dan di kelas tiga sekolah dasar pada semester dua ini Achmad kembali ke Lentera Insan. Achmad sudah diterima dan menjadi siswa tetap di sekolah yang sebelumnya sudah melakukan proses Trial untuk melihat dan mengikuti kegiatan belajar mengajar di kelas tiga walaupun waktunya dibatasi dan sudah ditentukan dari pihak sekolah. Sekarang, Achmad sudah bisa mengikuti kegiatan belajar mengajar maupun kegiatan-kegiatan di sekolah dari awal hingga akhir tanpa adanya batasan waktu bersama guru-guru dan teman-temannya.

Sudah beberapa hari ini, sama seperti teman-temannya, Achmad mengikuti kegiatan belajar mengajar di kelas dan rangkaian aktivitas sudah dilakukannya dari awal kedatangan hingga kepulangan. Tampak terlihat, teman-teman Al-Kindi menerima Achmad dengan baik khususnya teman laki-laki dalam belajar maupun bermain. Dan, Achmad pun mau bersosialisasi dan berkomunikasi dengan guru serta teman-temannya atas inisiatif sendiri tanpa harus selalu diingatkan.

Achmad merupakan ananda yang pintar dalam akademis, dalam waktu beberapa hari mengikuti kegiatan belajar mengajar ananda ini bisa mengikutinya dengan baik sesuai instruksi yang diberikan guru. Tulisannya pun bagus dan rapi. Namun, ukurannya masih harus di besarkan lagi. Tampak kebiasaan dari Achmad yaitu melakukan aktivitas menulis dan makan menggunakan tangan kiri (kidal).

Berbicara soal makan, ketika shomais tiba dan khususnya saat makan siang, seperti biasa dan sama halnya dengan teman-temannya, Achmad ikut duduk bersama yang lainnya untuk makan siang. Dengan tangan kirinya, anak ini memang terbilang cepat untuk menghabiskan atau menyelesaikan makan siangnya. Namun, kami pun mengingatkan untuk ananda tetap makan menggunakan tangan kanan sesuai ajaran yang Rasul ajarankan. Namun, karena sudah terbiasa dengan tangan kidal, hal-hal yang dilakukan dengan tangan kanan menjadi lebih lama. Dan, untuk cepat menyelesaikan makannya ananda sesekali masih menggunakan tangan kirinya.

Setelah selesai menghabiskan makannya, sementara guru dan teman-temannya masih sibuk dan berusaha untuk menghabiskan makan siangnya masing-masing. Ada sesuatu yang berbeda dari Achmad yang jarang dilakukan oleh teman-teman seusianya khususnya laki-laki. Pemandangan ini terlihat saat masih kegiatan shomais setelah Achmad makan siang. Hhhmmm... kira-kira apa ya yang dilakukan ananda ini??? Ya, Achmad mengambil sapu ijuk dan serokan sampah yang biasanya diletakkan di dekat dapur sekolah. Dan, anak ini langsung berinisiatif untuk menyapu dan membersihkan lantai seluruh bagian dalam kelas tiga walaupun masih ada yang makan siang di dalam kelas. Kami semua pun merasa heran yang dilakukan anak ini dan sudah menjadi kebiasaannya untuk menyapu dan membersihkan lantai setelah makan siang.

Kami pun saling tatap satu sama lain memberi kode keheranan terhadap yang dilakukan Achmad apalagi seorang anak laki-laki bisa dan mau melakukannya dengan inisiatifnya sendiri. Anak ini memang tampak rajin dan sepertinya memang terbiasa melakukannya. Guru-guru di kelas berusaha mengingatkan teman-teman lainnya untuk mencontoh hal yang baik seperti yang dilakukan Achmad. Beberapa respon yang terjadi dari teman-temannya saat Achmad sedang menyapu dan saat guru mengingatkan, tetapi lebih banyak yang diam saja, entah apa yang mereka pikirkan? Begitu pun ada respon yang kurang mengenakkan dari dua orang temannya,  teman pertama yang memerintah Achmad untuk menyapu bagian kolong meja dan kursinya “Achmad yang ini nih bersihin!”, dan teman yang  kedua ini adalah ananda yang terkadang berkata kurang enak didengar, seperti halnya yang dikatakan kepada Achmad ketika sedang menyapu “eh cleaning service!”. Namun, Achmad menghiraukan perkataan dari kedua temannya tersebut. Ananda terus saja melakukan hal yang memang menurutnya baik.    

Keesokan harinya, Achmad masih tetap melakukan hal yang sama dengan kebiasaannya tersebut setelah makan siang. Tak lupa kami memberikan apresiasi untuk ananda dengan memberikan koin emas. Koin emas adalah program reward yang diterapkan di kelas tiga sebagai bentuk apresiasi ananda-ananda yang melakukan hal-hal positif. Alhamdulillah, dengan mendapatkan koin emas, ananda semakin senang melakukan hal tersebut. Nah, untuk hari ketiga dari ananda masuk sekolah ini. Saat setelah makan siang, tampak ada yang berbeda lagi dari hari kemarin, pemandangan yang enak dilihat khususnya guru kelas yang melihat secara langsung tampak senang sekali. Achmad tidak melakukan kebiasaannya tersebut sendirian, melainkan bersama teman-teman sekelasnya yang ikut membantu Achmad membersihkan kelas setelah makan siang atas inisiatif mereka sendiri, seperti menyapu dan membersihkan lantai serta membersihkan meja-meja yang kotor setelah digunakan untuk makan siang dengan mengelap menggunakan kanebo.

Ya, ternyata apa yang dilakukan Achmad dengan kebiasaan baiknya tersebut, membuat teman-temannya ingin berusaha melakukan hal yang sama dengan hal-hal positif dan menjadi inspirasi untuk memotivasi orang lain melakukan perubahan yang lebih baik. Dari situ lah, kami menemukan sosok Achmad memang “super” dan salah satunya yang sudah kami temukan adalah sikap rajinnya tersebut yang membawa dampak positif bagi kami khususnya di kelas tiga Al-Kindi dengan warna baru yang berbeda dalam kesehariaan kami di Al-Kindi.


Terima kasih Achmad...