MOTORIK HALUS SEBAGAI STIMULASI KEMAMPUAN MENULIS PERMULAAN PADA ANAK USIA DINI
oleh Admin Minggu, 20 Maret 2016 Editorial
MOTORIK HALUS SEBAGAI STIMULASI KEMAMPUAN MENULIS PERMULAAN PADA ANAK USIA DINI

MOTORIK HALUS SEBAGAI STIMULASI KEMAMPUAN MENULIS PERMULAAN PADA ANAK USIA DINI

Oleh : Eny Krisnawati

Ada masanya seorang anak dituntut untuk dapat menulis, yang diawali dari menulis namanya sendiri. 
Kemampuan menulis pada anak memegang peranan yang sangat penting, karena menulis adalah salah satu alat untuk berkomunikasi dengan orang lain. 

Proses perkembangan menulis tidak berhenti ketika anak mulai bersekolah atau ketika anak sudah mulai dewasa, tetapi bekembang sepanjang hayat. Untuk mencapai tuntutan tersebut, anak harus menguasai keterampilan membaca, menulis, dan berhitung karena kemampuan yang dimaksud merupakan prasyarat untuk menguasai mata pelajaran yang lain pada pendidikan selanjutnya. Keadaan ini diawali saat ananda akan mengakhiri aktivitasnya di Taman Kanak-kanak kelompok – B. 
Tujuan aktivitas belajar menulis pada anak pra sekolah bukanlah untuk mengajarkan mereka suatu keahlian menulis dengan baik, tetapi lebih untuk memberikan kesempatan bagi anak untuk melatih koordinasi tangan dan mata, dan koordinasi otot-otot kecil yang akan penting artinya bagi peningkatan kemampuan menulis di kemudian hari.
Kemampuan menulis masa pra sekolah lebih banyak menitikberatkan pada kemampuan motorik halus yang lebih banyak menggunakan jari jemari untuk berekspresi melalui media. 

Usia dua hingga enam tahun merupakan usia yang memiliki keterampilan sempurna dalam mengendalikan dan menggerakkan motorik halusnya, seperti menggerakkan tangannya atau menggerakkan dengan menggunakan alat bantu pensil. Pada umumnya, anak-anak siap menulis dan membaca pada usia lima hingga enam tahun, ketika hasil karya mereka sudah lebih berwujud dan realistik. Proses perkembangan motorik halus ini terus berlanjut hingga seseorang mencapai tahap yang lebih matang. 
Menurut Morrow (1993), kemampuan menulis anak merupakan suatu proses yang terbagi ke dalam enam tahap, yaitu : 
1. Menulis lewat menggambar
2. Menulis lewat goresan
3. Menulis dengan membuat bentuk seperti huruf
4. Menghasilkan tulisan dengan mencontoh bentuk yang sudah ada.
5. Menulis dengan mengeja satu per satu
6. Menulis dengan mengeja secara benar.
Selain merupakan sarana persiapan untuk belajar menulis, menggambar juga penting sebagai sarana untuk menyatakan perasaan. Untuk itu, kegiatan menggambar pada usia lima hingga enam tahun dapat dijadikan sebagai suatu awal membantu anak melatih siap belajar menulis permulaan dan melalui gambar dapat mengungkapkan perasannya. 
Untuk itu, metode yang tepat dalam melakukan aktivitas menulis permulaan pada masa pras sekolah adalah praktek langsung yang dilakukan secara bertahap dan berulang-ulang. Hal ini dapat dimulai dari kegiatan-kegiatan sederhana yang menyenangkan yang dapat membuat jemari ananda terlatih untuk melenturkan otot-otot tangan, seperti kegiatan keterampilan dan kerajinan tangan karena tidak hanya melatih kemampuan motorik halus anak, tapi dapat mengembangkan kemampuan menulis permulaan secara keseluruhan. Tanpa disadari, melalui kegiatan tersebut ananda sedang dipersiapkan untuk menulis permulaan.
Lalu, bagaimana upaya yang dapat dilakukan orang tua agar ananda tidak merasa tertekan dan menjadikan kegiatan menulis sebagai hal yang menyenangkan? Orang tua dapat menyusun dan mengembangkan berbagai bentuk kegiatan ke dalam bentuk permainan dan aktivitas saat santai bersama keluarga. 
Berikut ini beberapa stimulasi untuk mempersiapkan ananda menulis permulaan. Selamat mencoba.  
 
Melukis 
Melukis, untuk anak-anak berusia lima tahun adalah menyapukan sebuah kuas besar yang sarat dengan cat di atas sehelai kertas. 
 
Menggunting, merobek dan merekat
Menggunting, merobek dan merekat merupakan kegiatan yang menggunakan kertas gambar dengan ukuran 35 x 45 cm, gunting kecil yang ujungnya tidak runcing, kertas warna, kertas-kertas bekas majalah, bahan bekas dan lem perekat.
 
Mencocok dan Merekat
Bahan yang diperlukan dalam kegiatan ini, berupa kertas warna atau kertas hias ukuran 16 x 16 cm atau 10 x 10 cm, alat untuk mencocok (pensil yang sehabis diraut), bantal kecil (karet busa) untuk alas mencocok, krayon, lem, kertas gambar atau kertas putih.

Melukis dengan jari dan tangan (finger painting)
Finger painting adalah kegiatan membuat bentuk-bentuk pada kertas menggunakan jari-jari tangan dengan media bubur sagu atau kanji warna-warni. Bahan yang digunakan, yaitu : kertas gambar yang tidak licin berukuran 35 x 45 cm, bubur kanji atau sagu warna warni, celemek, lap basah, koran sebagai alas. Finger painting sebaiknya dilakukan anak dengan berdiri agar anak lebih leluasa melakukan gerakan-gerakan dengan dua tangan dan jari. Agar anak merasa lebih bebas dan tidak takut kotor maka sebelum anak menggunakan celemek lebih dahulu memasukkan tangan anak ke dalam air agar anak tidak kaget atau merasa jijik, karena merasakan peralihan pada jarinya dari kering ke basah. Bila memungkinkan kegiatan ini diiringi dengan musik.
 
Membentuk dengan plastisin / play dough
Alat yang digunakan diantaranya ; plastisin, papan alas, celemek. Adapun yang diperlukan, sebelum kegiatan dimulai anak menggunakan celemek. Guru memperlihatkan cara membentuk dengan plastisin, anak diberi kebebasan membentuk dengan plastisin atau bahan lain yang disediakan oleh guru.
 
Kolase
Secara istilah, kolase adalah penyusunan berbagai bahan pada sehelai kertas datar. Kolase dapat dibagi ke dalam dua jenis, yaitu kolase datar yaitu gambar yang dikerjakan menggunakan bahan yang berbeda dan membentuk permukaan yang datar. Kolase relief, mempunyai objek yang menonjol dari latar belakang, dibuat pada permukaan datar tapi ketebalan dan tekstur objeknya menonjol dari permukaan.
 
Menjahit 
Kegiatan ini menggunakan alat papan jahit dari triplek atau karton yang ditengahnya ada gambar dan diberi lubang untuk menjahit, atau karton yang dibuat pola misalnya pola baju, celana dan dibuat rangkap serta pinggirannya diberi lubang untuk menjahit. Benang wol atau tali raffia, tali sepatu, tali rami dll. Dalam pelaksanaannya, siapkan bahan-bahan yang diperlukan supaya tidak menggunakan jarum maka tali rami atau tali yang lainnya pada ujungnya diberi lem sehingga setelah kering ujungnya akan keras sehingga dapat berfungsi sebagai jarum. Perlihatkan cara menjahitnya kepada anak, dan berilah bimbingan kepada anak yang mengalami kesulitan.
 
Menggambar
Kapan pun pensil dan kertas tersedia, secara otomatis anak-anak akan menggambar. Anak memulai menggambar dengan mencoret-coret, kemudian goresan-goresan yang mungkin kelihatan acak. Kemudian mulai membuat goresan-goresan yang membutuhkan ukuran kontrol : garis-garis vertikal yang kuat, garis-garis horizontal yang cepat. Garis-garis spiral dan zig zag semua sintaksis yag merupakan karakteristik anak. Seiring dengan pertumbuhan anak, mereka menggambar jaring-jaring, garis-garis kurva, dan bentuk-bentuk sederhana yang berhubungan. Semua unsur ini kemudian akan membentuk gambar-gambar dan citra-citra yang lebih besar dan menghasilkan desain yang lebih rumit. Kemudian anak akan beralih menggambar orang dan bintang.
 
Dalam rangka memenuhi kebutuhan dan masa peka anak pada kemampuan membaca dan menulis dapat disusun dan dikembangkan berbagai bentuk kegiatan yang tersebut di atas ke dalam bentuk permainan dan aktivitas saat santai bersama keluarga. Selamat mencoba  
 


@Artikel merupakan dokumentasi Lensa News