Muharram harus lebih baik
oleh Admin Minggu, 20 Maret 2016 Editorial
Muharram harus lebih baik

Muharram harus lebih baik
Mulailah dari yang Kecil 

Oleh : Achmad
Assalamu’alaikum . . . . . . . . . . Apa kabar hari ini!!!!
Alhamdulillah . . . . . . . . . . .
luar biasa . . . . . . . . . . . . .
Allahu Akbar . . . . . . . . . . .
Yes . . . . . . . . . . . . . . . . .
Subhanallah, begitulah sebaiknya jawaban apabila seseorang ditanya tentang kabar hari ini. Muharram tahun ini harus lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya, sebagaimana Rasulullah SAW bersabda : sebaik-baiknya manusia adalah orang yang diberikan panjang umur tetapi baik perbuatannya, dan seburuk-buruk manusia adalah orang yang panjang umurnya buruk perbuatannya. (Al-Hadits).
Tahun baru 1437 hijriah baru saja dimulai, mari menjadikan tahun ini adalah perubahan agar menjadi lebih baik lagi, apabila tahun 1436 yang lalu banyak perbuatan yang tidak baik, banyak kesalahan, banyak maksiat, dan dosa, kita harus merubah menjadi tahun yang banyak perbuatan baiknya, banyak zikirnya, banyak pahala dan kebajikan yang telah dilakukan. Oleh karena itu mulailah dari yang kecil dan ringan terlebih dahulu.
Rasulullah memberikan kategori manusia menjadi tiga golongan : pertama, orang yang hari ini lebih baik dari hari kemarin inilah orang yang beruntung, tahun lalu harus lebih baik dari tahun sebelumnya, manusia inilah yang mendapatkan kesuksesan hidupnya. Kedua, orang yang hari ini sama dengan hari kemarin inilah orang yang merugi, tahun lalu menyia-nyaikan waktu yang diberikan oleh Allah SWT, membiarkan hidup ini tanpa ada kebaikan padahal banyak sekali kesempatan yang dapat dimanfaatkan untuk melakukan kebaikan, namun kita malah mengabaikan dan melewatinya.  Ketiga,  orang yang hari ini lebih buruk dari tahun kemarin inilah orang yang celaka. Renungkan hadits Nabi Muhammad SAW diatas, semoga Allah memberikan kesempatan  untuk terus melakukan kebaikan    dan perbaikan,  menjadikan tahun ini tahun yang membawa sebanyak-banyaknya pahala dan ridha dari Allah yang Maha Tinggi Lagi Suci.
Perhatikan Firman Allah berikut ini sebagai sarana untuk mengintrospeksi diri ini untuk memulai kebaikan dari hal-hal terkecil, mendorong  untuk lebih bersemangat dalam melakukan kebaikan, tidak menunda-nunda kesempatan baik yang ada di depan mata.
''Sesungguhnya Allah tidak menganiaya seseorang walau sebesar zarrah, dan jika ada kebajikan sebesar zarrah, niscaya Allah akan memberi dan melipatgandakan pahala yang besar dari sisi-Nya.'' (QS Annisa [4]: 40). 
Kumpulan prestasi dan kesuksesan manusia berasal dari kumpulan prestasi yang kecil. Amal yang besar atau prestasi yang besar selalu ditopang dan ditunjang oleh kesuksesan melakukan amal atau prestasi yang kecil. 
Sebelum bisa mengelola yang besar, harus bisa mengelola yang kecil. Sebelum dapat memimpin orang lain, harus bisa memimpin dirinya sendiri. Amal-amal kecil merupakan training center untuk meraih prestasi yang besar. 
Kebenaran konsep ini terbukti dari kesuksesan Umar bin Abdul Aziz yang memperbaiki kondisi umat Islam hanya dalam waktu dua tahun. Sepupu beliau, Hisyam Ibnu Abdul Malik, mengatakan, ''Umar tak melangkah, kecuali mempunyai niat dalam langkah-langkahnya itu.''
Islam sebagai sebuah sistem hidup yang sempurna dan komprehensif tidak melalaikan peristiwa kecil berlalu tanpa makna, tanpa jiwa, dan tanpa bimbingan. Ia harus dikelola, harus mempunyai nilai, harus memberikan kebaikan bagi raga dan jiwa untuk masa kini dan masa depannya. Agar manusia termotivasi, bersemangat, dan bersungguh-sungguh; Allah berjanji akan melipatgandakan dan memberi pahala yang besar bagi amal sebesar zarrah yang dilakukan manusia. 
Banyak peristiwa kecil yang dikelola oleh konsep Islam, seperti makan, minum, tidur, masuk-keluar rumah, masuk-keluar WC, bahkan sampai hal yang sifatnya pribadi. Memulainya harus berniat dan berdoa. Bahkan, selesainya pun harus berdoa. Berniat dan berdoa menginspirasikan manusia bahwa dalam peristiwa yang kecil harus memiliki niat dan cita-cita yang besar dan tinggi. Ada keburukan yang ingin dihindari dan ada penyakit yang ingin diobati. 
Banyak peristiwa kecil yang dilalui dan dilakukan, dibarengi dengan mengaplikasikan konsep Islami. Maka, ruh peristiwa kecil akan terpatri dalam jiwa alam bawah sadarnya dan membuatnya menjadi manusia berkarakter. Adat kebiasaannya akan menjadi akhlak kesehariannya. Manusia menjadi siap dan mampu mengemban amanah kepemimpinan alam semesta ini.
Benarlah apa yang diucapkan oleh Abdullah Ibnu Mubarak, ''Banyak amal kecil yang menjadi besar karena niatnya dan banyak amal besar yang menjadi kecil karena niatnya pula.'' Mulailah dengan memperbaiki amal-amal kecil agar mampu meraih amanah yang lebih besar.

Semoga Allah memberikan kekuatan, kemampuan, dan keinginan yang mantap dalam diri  untuk selalu berbuat kebaikan dan perbaikan, mengumpulkan sebanyak-banyaknya pahala, dan pada ahirnya mendapatkan kebahagiaan hidup di dunia, dan kelak di akhirat Allah golongkan menjadi hamba-Nya yang memperoleh keridhaan dan surga yang penuh dengan kenikmatan. Amin ya Rabbal ‘alamin. 

@Artikel merupakan dokumentasi Lensa News