Pentingnya Membaca
oleh Admin Minggu, 20 Maret 2016 Editorial
Pentingnya Membaca

Pentingnya Membaca
Oleh : Sila

Apakah kita sudah memiliki kesadaran tentang pentingnya membaca? Cobalah kita menilik kepada diri kita sendiri! Ya, memang tidak banyak orang di negara kita, Indonesia, yang memiliki kesadaran akan pentingnya membaca. Padahal jika kita tahu betapa banyak manfaat dari membaca, maka mungkin kita akan menghabiskan waktu luang kita untuk membaca. Berdasarkan hasil survey lembaga international yang bergerak dalam bidang pendidikan, United Nation Education Society and Cultural Organization (UNESCO), minat baca penduduk Indonesia jauh dibawah negara-negara Asia.

Penelitian menunjukkan bahwa keterampilan membaca harus mulai dikuasai seorang anak sejak dini. Menumbuhkan kebiasaan membaca harus dimulai dari keluarga. Orang tua berperan penting dalam menumbuhkan kegemaran membaca pada anak-anak. Bila orang tua ingin anaknya mempunyai kegemaran untuk membaca, maka membaca buku perlu dibiasakan sejak kecil. Disamping perlunya keteladanan dari orang tua sendiri.
90 persen kualitas otak anak dipengaruhi saat anak berusia nol sampai tiga tahun, sehingga periode ini disebut periode emas. Maka, orang tua hendaknya membantu anak semaksimal mungkin pada periode ini agar perkembangan intelektual dan emosional maksimal. Salah satunya adalah dengan membacakan cerita sejak dini untuk anak, bahkan sejak dalam kandungan karena ada banyak manfaat yang bisa diperolah dengan melakukannya.

Banyak orang tua berfikir bahwa pendidikan anak dimulai ketika anak mereka masuk sekolah setidaknya pada saat anak mereka masuk play group dan taman kanak-kanak. Namun, fakta menunjukkan bahwa sesaat setelah bayi lahir, otak bayi mulai berfungsi penuh dan siap menyerap semua informasi untuk digunakan kemudian oleh bayi tersebut. Karena itu, mulailah proses pengajaran sejak kelahiran.
Tingkat kemampuan dan keahlian seorang anak dalam menyelesaikan tugas dan pekerjaan, seperti belajar berbicara dan belajar membaca, bergantung pada banyaknya interaksi mula-mula secara alamiah antara bayi dan orang tua, serta kemampuan orang tua untuk membantunya mulai belajar secara mandiri.

Oleh karena itu, saat yang paling tepat untuk memulai belajar membaca adalah sedini mungkin. Saat bayi baru lahir, cobalah mulai berbicara kepada bayi Anda. Langkah-langkah mengajarkan membaca untuk anak:
1. Mulailah dengan menunjukkan gambar benda yang berwarna cerah beserta nama bendanya yang ada di sekitar anak
2. Memberi nama pada benda yang ada di sekitar anak.
3. Ketika sudah mulai bisa berjalan, minta anak untuk mengambil sesuatu pada benda yang sudah dikenalkan, misalnya meja.
Lakukan kegiatan tersebut secara berlanjut, tambahkan kata yang ingin diperkenalkan jika anak sudah mengenal kata-kata yang diperkenalkan.
Selain itu, orang tua juga dapat membacakan sebuah cerita dalam buku yang memiliki gambar dengan warna yang cerah. Anak akan lebih terbiasa membaca jika orang tua sering membacakan buku yang menarik kepada anak yang masih kecil. Dengan demikian ia akan semakin mengerti bahwa huruf-huruf tersusun menjadi kata yang memiliki ucapan dan arti tersendiri. Waktu yang paling baik untuk membacakan buku adalah saat anak menjelang tidur karena pada saat itulah daya ingat anak semakin kuat.
Manfaat membacakan cerita untuk anak :
- Menanamkan kecintaan anak untuk membaca buku.
- Dengan gemar membaca buku tentu akan menambah pengetahuan anak dan dapat menjadikannya manusia yang berkualitas di masa depan.
- Membuat anak menjadi lebih tenang dan nyaman. Karena suara orang tua sudah biasa didengar sejak dalam kandungan, maka ketika mendengar suara orang tua setelah anak lahir membuatnya merasa tidak sendirian sehingga anak merasa lebih nyaman.
- Membantu anak mengenal kata dan kalimat.
- Ketika orang tua membacakan cerita, anak akan mendengar kata yang orang tua ucapkan sehingga akan menambah perbendaharaan kata yang dimilikinya.
Menyampaikan pesan moral pada anak. Buku-buku yang dikhususkan untuk anak, biasanya berisi pesan moral yang hendak disampaikan sehingga dapat menjadi media untuk memberitahu anak apa hal baik dan buruk yang boleh atau tidak boleh dilakukan.
Meningkatkan hubungan emosional orang tua dan anak. Membacakan cerita dapat membuat anak merasa diperhatikan. Orang tua juga dapat membacakan cerita dengan memeluk atau bersentuhan secara fisik sehingga anak merasa disayangi.
@Artikel merupakan dokumentasi Lensa News