Peran Ayah Dalam Pengasuhan
oleh Admin Selasa, 22 November 2016 Editorial
Peran Ayah Dalam Pengasuhan

                      Peran Ayah dalam Pengasuhan

Oleh Indra Supriatin, S.Pd

                                    (Guru Siswa Istimewa TK Lentera Insan)

 

 

img-1479784510.jpg

Apa yang ada di benak kita saat ditanya, apa peran seorang ayah dalam keluarga? Mungkin sebagian besar akan menjawab tugas ayah adalah mencari nafkah. Dalam beberapa kasus, ada seorang ayah yang menjawab seperti ini :  “Kalau kelakuan anak saya gak bener, yang harus disalahkan adalah istri saya, dia kan tugasnya didik anak, kalau anak saya kelaparan, gak punya pakaian layak, gak hidup di tempat layak, yang salah saya bapaknya”. Sekilas pernyataan ini nampak benar sekali, namun jika kita merujuk pada Al Quran surat At Tahrim ayat 6 yang artinya : “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkanNya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” Maka pernyataan tadi jauh dari benar, tugas seorang ayah bukan sebatas itu, tidak berhenti sampai disitu. Allah dalam kitabNya telah memberikan panduan besar tentang tugas orang tua, khususnya ayah sebagai pemimpin keluarga.

Dalam Al Quran QS 8:27-28 disebutkan bahwa anak adalah amanah dan juga takdir dari Allah (QS 42:49). Maka, saat seorang laki-laki mengucapkan ijab qabul maka dimulailah pertanggungjawabannya di hadapan Allah. Selain mendidik diri sendiri, tugas mendidik istri sebagai perpanjangan tangan dalam mendidik anak nanti tidak bisa dianggap remeh. Nabi Ibrahim memberikan bukti, bahwa tanggung jawab ayah bukan sekedar mencari sesuap nasi, tapi juga peduli dalam mengasuh anak bersama istri. Sebagai pemimpin keluarga, nabi Ibrahim mempunyai visi misi (QS. 14 : 35-37). Hajar sebagai istri dan ibu menjalankan tugas dan perannya sesuai visi misi tersebut tanpa ragu.

Ust. Bendri Jaisyurrahman, salah seorang penggiat parenting Islami mengatakan, ibu memang merupakan madrasah pertama seorang anak dan ayah adalah kepala sekolahnya. Menentukan visi dan misi anak didiknya, mau dijadikan apa anak didiknya, ayahlah yang menentukan lantas mensosialisasikannya kepada istri sebagai tenaga pendidik. Selain itu, Kepala sekolah bertugas menyamankan sekolah. Jika sekolah nyaman, maka siswa pun belajar dengan tenang dan senang. Itulah kenapa suami harus bisa memberikan rasa nyaman kepada istri agar ia bisa mengasuh asuh anak dengan suka hati. Saat istri kita bahagia maka anak kita akan dibesarkan dengan bunga-bunga yang indah. Namun sebaliknya saat istri kita tidak bahagia, tidak diperhatikan hidup dan kesejahteraannya, maka dia akan membuang sampah emosi kepada anak-anak kita.

Penulis mencoba merangkum dari beberapa sumber, terkait peran Ayah dalam pengasuhan, antara lain :

1.     Menjadi seorang pendidik

Dalam mendidik, seorang ayah hendaklah menumbuhkan tubuh si anak dengan memastikan makanan yang masuk kedalam tubuh anak adalah makanan yang dicari dengan jalan yang halal, karena makanan yang masuk akan ikut mempengaruhi karakter dan kepribadian seorang anak. 

Selain menumbuhkan tubuh anaknya, seorang ayah juga hendaknya mengembangkan jiwa anaknya. Indonesia saat ini disebut sebagai Fatherless Country, banyak anak yang berayah namun serasa yatim karena kurangnya ikatan antara ayah dengan anak, sehingga terjadi kerusakan psikologis yang diderita anak-anak karena kehilangan sosok ayah. Anak yang dekat dengan ayahnya cenderung menjadi pribadi yang percaya diri dan mudah beradaptasi dengan lingkungan luar. Sebaliknya, efek dari father hunger ini anak akan kurang mampu beradaptasi dengan lingkungan luar, minder, melenceng dari orientasi seksual, sulit mengambil keputusan, dan bagi anak perempuan akan sulit membuat kriteria pasangan dan mudah terbujuk rayuan laki-laki. Berhati-hatilah dalam menanamkan karakter dan nilai, karena 80% akhlak, karakter, value adalah dari ayah. Seorang ayah, harus tahu juga perkembangan anaknya.

Untuk itu, seorang ayah seharusnya memiliki pengetahuan yang  luas mengenai cara mendidik anak sehingga mengerti kewajibannya dan bagaimana cara menjalankan kewajiban itu. Ilmu tentang parenting mutlak dipelajari bersama istri. Ayah Irwan Prayitno, yang juga penggiat parenting berpesan, “Hebatkan anakmu di umur 0 - 15 tahun, maka engkau akan panen saat umur anakmu 20 tahun”. Sebarkan kebaikan pada anak sedini mungkin, karena hasil kadang tidak segera. Kebiasaan baik perlu waktu tahunan untuk dapat berbuah.

 

2.     Pelindung pertama keluarga

Seorang ayah harus memiliki sifat kasih sayang dan lembut kepada keluarganya. Jangan sampai kekerasan yang ada di dalam rumah menjadi trauma bagi anak-anaknya di rumah. Rasulullah SAW selalu memenuhi hak anak baik anak biologis maupun bukan. Rasulullah menerapkan 80% komunikasi non verbal. Raut wajah, alis yang antusias, postur tubuh yang face to face dengan anak, sehingga anak merasa aman dan dihargai.

 

3.     Hakim yang bijak

Seorang ayah harus memiliki sifat yang tegas, bijaksana, berwibawa dan tentu saja adil dalam menyelesaikan sebuah perkara. Ayah tidak boleh bingung dalam menyelesaikan masalah. Begitu juga ketika anak-anak berselisih tentang suatu hal, ayah harus memberikan penyelesaian dengan cepat dan tegas.

 

4.     Sahabat paling sempurna

Jika menjalin persahabatan dengan teman mungkin sudah biasa. Tetapi untuk menjalin sebuah persahabatan yang indah dalam konteks keluarga bukanlah perkara yang mudah. Mulailah hal itu dari sekarang juga, jangan tunggu anak-anak saat besar nanti.

 

Oleh karena itu,  meski para ayah harus selalu keluar rumah untuk mencari nafkah, pastikan saat pulang ke rumah jiwa raga siap untuk anak-anak anda, karena anak adalah amanah dari Allah dan Allah akan meminta pertanggungjawabannya. Tugas kitalah untuk mengasuh, mendidik, menyayangi, memberi waktu, perhatian, mengayomi, mencurahkan perhatian dan kasih sayang. Tidak ada kata pensiun untuk menjadi orangtua. Janganlah berhenti mendidik sampai kematian memisahkannya. Semoga kita semua menjadi orangtua yang baik dan benar untuk anak-anak kita.

 

Sumber :

Artikel Peran terbaik seorang ayah dalam kehidupan keluarga dan masyrakat (santrigaul.net)

Peran ayah dalam mendidik anak menurut islam (ust. Bendri jaisyurrahman)

Menakar peran ayah dalam keluarga (azka amalia bina-insani.org)

Resume kajian parenting peran ayah dalam keluarga (ust. Irwan prayitno)