PROTEKSI DIRI PADA ANAK
oleh Admin Jum'at, 20 Januari 2017 Editorial
PROTEKSI DIRI PADA ANAK

ProteksiDiri pada Anak

Oleh

Sri Wahyuni, S.Psi

Gisma

Berdasarkan catatanKomisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyebutkan, angka korbanpelecehan seksualterhadap anak semakintinggi setiap tahun. Dari 2013 ke 2014 itu naiknya 100 persen, baik itu anakyang jadi korban atau pun pelaku. Anak-anak di negeri ini belum aman dari aksipredator seksual (kpai.go.id).Hampir setiap hari, kasus kejahatan seksual terjadi di berbagai daerah diNusantara. Pelakunya beragam, dari orang dewasa hingga anak-anak. Bahkan orangterdekat seperti orang tua, paman, tetangga,dan teman juga bisa jadi pelakunya.

Semakin sedikitnyalingkungan yang ramah anak, semakin besar mereka merasa terancam oleh parapelaku kejahatan. Lalu, seberapa besar peran kita sebagai orang tua dan pendidik? Berikut ini adalah sejumlah aktivitas yang telah dilakukan KBIT-TKIT LenteraInsan dalam melakukan proteksi dini terhadap kejahatan seksual. Aktivitas inidapat diterapkan juga di rumah untuk menguatkan pemahaman anak terhadapperlindungan dirinya sendiri.


1. Anakmendapat bimbingan dari guru yang memberikan nilai dan contoh positif. Padakegiatan kelas, anak diberikan ilmu tentang mengenal perbedaan anak laki-lakidan perempuan dengan pendekatan yang sesuai dengan usianya. Setelah itu, anakdiberikan penjelasan tentang sentuhan, siapa saja yang boleh menyentuh, sepertibunda, ayah, nenek, kakak, abang dan dokter (bila sakit). Selain itu, merekajuga diberi tahu bagian tubuh yang tidak boleh disentuh orang lain, yaitu areatubuh yang ditutup dua kali (dada, kemaluan, bokong) dan mulut.


2. Untukdapat melindungi dirinya, anak juga diinformasikan bahwa ketika ada orang lainyang berusaha untuk menyentuh area tubuh yang ditutup dua kali, maka anakdiminta untuk menyelamatkan diri dengan berteriak minta tolong atau lari ketempat yang lebih ramai, agar mendapatkan pertolongan dengan cepat.


3. Bilaanak merasa dirinya terancam jangan ragu untuk bercerita kepada Bunda danmelaporkan ke Polisi serta Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).


4. Orangtua dan guru juga dapat memberitahu mereka tempat yang boleh dan tidak bolehuntuk berganti pakaian. Hal ini ditujukan untuk meminimalisasi peluangterjadinya pelecehan dan kejahatan.


5. Ajakanak untuk berbicara secara dekat, memeluk anak dengan kasih sayang danmengajarkan anak untuk berpakaian dengan menutup aurat, sopan dan rapi agarterhindar dari segala ancaman kejahatan.

Peran serta orang tua sangat besar dibutuhkandalam melindungi buah hati mereka dari segala ancaman dalam lingkungan keluargamaupun lingkungan aktivitasnya. Anak adalah titipan Allah SWT dan mereka merupakaninvestasi dunia akhirat serta generasi penerus. Jangan biarkan anak bertumbuhdewasa tanpa bimbingan dan kasih sayang orang tua, didik mereka menjadi orangyang berguna bagi agama, orang tua serta bangsa negaranya.