Training Cinta Sholat di SDIT Lentera Insan
oleh Admin Jum'at, 13 Oktober 2017 News
Training Cinta Sholat di SDIT Lentera Insan

MENDIDIK ANAK CINTA SHOLAT SEJAK DINI

Oleh : Drs. M. Muchtar Trainer Cinta Sholat Indonesia

 

“Semua orang pasti merindukan dan menginginkan putra putrinya dapat sholat dengan tenang dan khusyu’, dan alangkah bahagianya hati orang tua ketika melihat sang buah hatinya adalah anak-anak yang rajin sholat lima waktu tanpa disuruh”

Keistimewaan Ibadah Sholat

Sholat adalah bagian yang amat sangat penting dalam Islam, bahkan dalam sebuah hadits dijelaskan “Barang siapa yang mendirikan sholat, berarti dia telah menegakkan tiang-tiang agama dan barang siapa yang meninggalkannya berarti dia telah mematahkan tiang agamanya”. (HR. Baihaqi)

Ditegaskan lagi dalam hadist lain: “pangkal segala perkara ialah al-islam (sikap pasrah kepada Allah), tiang penyangganya shalat, dan puncak tertingginya ialah berjuang di jalan Allah.”  Nabi saw, juga menjelaskan bahwa, “Yang pertama kali akan diperhitungkan tentang seorang hamba pada hari Kiamat ialah shalat: jika baik, maka baik pulalah seluruh amalnya; dan jika rusak, maka rusaklah seluruh amalnya.”

Mengingat betapa pentingnya shalat sehingga nabi mengilustrasikan bila shalat seseorang baik, maka baik pulalah seluruh amal perbuatannya. Dan jika rusak, maka rusak pulalah seluruh amalnya. Yang menjadi persoalan kita sekarang adalah seberapa besar kita serius menanamkan pendidikan shalat pada anak? Sebab bila kita gagal menanamkan shalat yang benar kepada anak, maka sudah dapat dipastikan bahwa kita telah gagal menanamkan nilai-nilai aqidah yang mantap dalam jati diri anak. Sebab shalat adalah bentuk komunikasi makhluk dengan Khalik.

Seseorang yang telah mampu melaksanakan shalat dengan serius dan telah meyakini bahwa shalat adalah penting dan lebih penting dari segala-galanya, maka berarti dia telah mampu mengetahui hakekat seorang makhluk dan Khalik. Untuk itulah pendidikan shalat sejak dini harus mendapatkan perhatian dengan serius.

 

Pendidikan Usia Dini dalam Penanaman Benih-benih Cinta Sholat

Pada pendidikan anak usia dini, KBIT-TKIT Lentera Insan sangat menginginkan ananda  yang hebat dan berkualitas dimana ananda dilatih untuk menumbuhkan kecintaannya pada sholat. Oleh karena itu, maka KBIT-TKIT Lentera Insan menyelenggarakan program setiap hari jum’at untuk memperkenalkan kegiatan ibadah shalat di seluruh level.

Targetnya sederhana, untuk KB, ananda baru ditargetkan untuk mau mengikuti kegiatan shalat yang dilakukan di sekolah. Untuk TK A, ananda dapat mengenal gerakan-gerakan shalat, dan juga gerakan wudhu’. Sedangkan untuk TK B, disamping mereka mampu melakukan gerakan-gerakan shalat, mereka juga diharapkan bisa melafadzkan bacaan-bacaan shalat secara sederhana.

Pendidikan Anak Usia SD

Untuk ananda SD kelas satu dan dua, target untuk pendidikan sholat adalah ananda mampu mempraktekkan wudhu’ dengan benar, telah hafal bacaan shalat dan gerakan-gerakan shalat dengan baik. Mengingat ananda di usia ini belum dapat sholat dalam arti yang sebenarnya, maka sekolah mengambil kebijakan agar shalat untuk ananda pada level ini dilaksanakan di ruang kelas dengan bimbingan ustadz dan ustadzah.

Untuk kelas tiga,  ananda diharapkan mampu melafadzkan bacaan-bacaan shalat dengan tepat dan telah mampu melaksanakan shalat dengan benar. Sebagai peningkatan dan pemeliharaan adab dan tata cara sholat, ananda dalam tingkat ini dikumpulkan untuk shalat bersama dengan suara keras, dengan bimbingan ustadz dan ustadzah, Cara ini dilakukan juga untuk memelihara hafalan bacaan shalat ananda.

Mulai kelas tiga inilah monitoring terhadap shalat lima waktu di rumah mulai dilaksanakan. Kita siapkan buku khusus untuk memantau shalat ananda yang ditandatangani oleh wali kelas dan orang tua. Ini adalah salah satu ikhtiar dari sekolah untuk benar-benar memperhatikan masalah sholat ananda sedetail mungkin. Meskipun tugas ini tampak cukup berat, pendidik tetap harus memiliki keyakinan bahwa tidak ada suatu pekerjaan yang melelahkan jika semua dilakukan dengan hati yang tulus, ikhlas, dan hanya ingin mengharap ridho dari Allah SWT.

Sedangkan untuk kelas empat s/d kelas enam, ananda SDIT Lentera Insan sudah  mulai melaksanakan shalat berjamaah di musholla dengan suara sirri. Walaupun demikian, masih tetap dilaksanakan pemantauan terhadap hafalan bacaan shalat mereka. Sedangkan untuk ananda yang belum melaksanakan shalat dengan penuh (lima waktu) di rumah, mereka diberi taushiyah sampai maksimal 3 kali. Selebihnya, bila sudah lebih dari 3 kali dan masih ada ananda yang masih belum melaksanakan dengan lengkap, mereka diberi konsekuensi dengan memindahkan mereka ke kelas yang lain, dengan harapan ananda tersebut dapat memperbaiki shalatnya.

Target akhir dari lulusan SDIT Lentera Insan adalah ananda diharapkan telah memiliki kesadaran yang baik untuk selalu melaksanakan shalat, dan merasa punya hutang bila belum melaksanakan shalat. Demikian pula diharapkan ananda lulusan SDIT Lentera Insan telah mampu memahami bacaan shalat dengan baik..

Untuk mencapai  target di atas, mengingat ananda SDIT Lentera Insan tidak semuanya dari lulusan TKIT Lentera Insan, maka kami menerapkan beberapa target antara lain yaitu; untuk semester 1 ananda  kelas IV ditargetkan sudah bisa melaksanakan shalat tepat waktu dengan lengkap (5 waktu). Sedangkan untuk semester  2, ananda sudah bisa melaksanakan shalat dengan lengkap diawal waktu. Bagi ananda yang tinggal dekat dengan masjid, diharapkan bisa berjamaah di masjid dan sudah bisa melaksanakan shalat sunnah khususnya shalat sunnah rawatib dan shalat malam.

 

Harapan dan Impinan

 

Harapan sekolah adalah bahwa 100%  ananda kita telah melaksanakan shalat lima waktu di rumah. Maka perlu dilakukan pemantauan lewat buku penghubung yang setiap hari dipantau oleh wali kelas masing-masing.

 

Namun, sukses tidaknya program sekolah, baik TK maupun SD, sangat tergantung pada dukungan dan kerjasama yang baik dari orang tua di rumah. Waktu yang paling rentan bagi ananda untuk lalai dalam shalat adalah ketika dimana mereka asyik dengan aktivitas lain di rumah seperti nonton TV untuk shalat maghrib dan shalat isya’. Ditambah lagi dengan adanya penggunaan gadget yang berlebihan, akan menjadi tantangan bagi semua pihak terutama guru dan orang tua dalam pendidikan shalat pada ananda.

 

Ketika sinergi dan kerjasama antara pihak sekolah (guru) dan orang tua bisa sejalan seiring, maka insya Allah, apa yang diinginkan dan dicita-citakan yaitu menjadikan anak didik kita mampu melaksanakan sholah dengan baik, benar, tenang, dan khusyu’, dapat diwujudkan.